Hari kamis, 21 April mata kuliah Teknologi Pembenihan dengan Dosen yang mengajar pertama kalinya yaitu Ibu Rina.

Materi pendahuluan yaitu kami diberikan pengetahuan mengenai macam2 komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan rendah dan dapat di budidayakan sebagai ikan konsumsi dan berbagai ikan hias dengan memberitahu sistem pembenihan yang meliputi Teknik Pemijahan, Penetasan Telur, Pemeliharaan Larva, Pendederan, hingga Pembesaran.

Hari ini untuk praktikum pertama kalinya akan dilakukan pembenihan ikan lele. Kegiatan pembenihan akan dilakukan selama ± 30 hari sampai mencapai ukuran benih lele. Pemijahan dilakukan dengan dua cara yaitu pemijahan secara alami dan pemijahan secara buatan. Alami berarti tanpa campur tangan manusia tidak menggunakan bantuan apapun dalam proses pemijahannya. Namun berbeda dengan semibuatan ada campur tangan manusia dalam proses pemijahannya yaitu dengan memberikan suatu rangsangan hormon yang diambil dari hipofisa ikan mas. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 kelompok yang masing2 terdiri dari 6 orang. Yang pertama dilakukan adalah persiapan untuk kolam pemijahan lele.

Beberapa bagian dari pemijahan ikan lele yaitu:

  1. Persiapan media pemijahan meliputi, pencucian bak kolam hingga bersih untuk memijah, pengisian air bak, pencucian kakaban (tempat menempelnya telur).
  2. Seleksi induk sangat penting dilakukan untuk proses pemijahan, karena keberhasilan dalam pemijahan sangat tergantung dari kualitas induk. Apalagi untuk pemijahan alami. Induk yang digunakan harus betul2 matang gonad yang dapat dilihat
    pada ikan betina yang ditandai oleh perut membesar dan bila diraba terasa lembek. Pada ikan jantan, ditandai oleh urogenitalnya yang memerah dan meruncing serta panjangnya sudah melampaui pangkal sirip anal , ikan tidak stress, tidak cacat dan sehat tubuhnya. Ciri-ciri induk ikan lele (Clarias Sp)

    Jantan :    1. Lubang urogenital memanjang

            2. Tubuhnya panjang

            3. Gerakannya lincah

    Betina :     1. Lubang urogenital membundar

            2. Pada bagian kepala lebih besar dari jantan

            3. Tubuhnya lebih besar

Setelah dilakukan proses seleksi induk kemudian menunggu hasil telurnya. Setelah itu dilakukan proses penetasan telur dan pemeliharaan larva sampai menjadi benih.

Berikut beberapa dokumentasi selama kegiatan praktikum berlangsung:





About ririssinaga

aku anak pertama dari 3 bersaudara perempuan sendiri loh...^_^ aku dari keluarga yg sederhana .. aku sedang mendalami jurusan bidang budidaya perikanan... aku seseorang yang rame, ceriwizzz, bawel, friendly...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s