Mata Kuliah: Manajemen Kualitas Air

Dosen    : Ir. Dardiani

Memilih Lokasi dengan Menghitung Debit Air dengan Metode Pelampung

Laporan Praktikum

Oleh

KELOMPOK IV

  1. Riris Yuli Valentine
  2. Ririn Rohmah
  3. Bonifasius E. Udiata
  4. Corneles Atdjas
  5. Eka Wahyudi
  6. Ismit Hi. Marwan Din


UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

PROGRAM STUDI PERIKANAN

JATINANGOR

2011


I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Kegiatan budidaya perikanan sangat berpengaruh pada sumber air. Air merupakan hal yang penting bagi kegiatan budidaya. Oleh sebab itu, diperlukan air yang benar-benar memiliki kualitas air yang baik bagi perikanan, karena nantinya air akan menjadi media hidup bagi ikan di dalam kolam. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan atau berakumulasi sementara ditempat yang rendah misalnya : air sungai, waduk, danau dan rawa. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai, danau, waduk, rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya (Harsoyo, 1977).

    Pada kegiatan budidaya ikan jumlah air yang dibutuhkan harus tersedia secara terus menerus. Jumlah air yang diperlukan untuk mengairi wadah budidaya ikan harus cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Untuk mengetahui kebutuhan air pada wadah budidaya ikan dapat dilakukan perhitungan jumlah persediaan air.

Salah satu cara untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan pada kegiatan budidaya adalah dengan mengetahui jumlah air pada saluran sepanjang tahun. Jumlah air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan mengukur debit air saluran. Debit air saluran merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran yang dinyatakan dengan ukuran literperdetik. Debit air saluran dapat diukur dengan cara langsung maupun secara tidak langsung. Pengukuran debit air secara langsung dilakukan dengan menggunakan sekat ukur. Sedangkan pengukuran debit air secara tidak langsung dilakukan dengan cara menentukan rata-rata luas penampang basah saluran dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. Pengukuran secara tidak langsung inilah yang banyak digunakan oleh para pembudidaya ikan dilapangan karena relatif mudah dilakukan.

Menurut Suyono (1985) menyatakan bahwa debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang dapat lewat dalam suatu tempat atau yang dapat di tampung dalam sutau tempat tiap satu satuan waktu. Aliran air dikatakan memiliki sifat ideal apabila air tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan berpindah tanpa mengalami gesekan, hal ini berarti pada gerakan air tersebut memiliki kecepatan yang tetap pada masing-masing titik dalam pipa dan gerakannya beraturan akibat pengaruh gravitasi bumi. Suatu aliran dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain angin, besar kecilnya aliran, hujan, dan lain sebagainya.

Debit air dapat di hitung dengan rumus:
Q= A x V
Keterangan:
V = volume air (m3)
A = luas penampang
Q = debit air (m3/s)
Leonard euler (1707-1783) menyatakan bahwa fluida sebagai medan rapat massa dan medan vector kecepatan. Tiap besaran yang dipergunakan untuk menyatakan keadaan fluida akan mempunyai nilai tertentu pada tiap titik dalam ruang dan pada tiap saat.

1.2 Tujuan

    Mahasiswa dapat menentukan debit saluran air untuk keperluan kolam budidaya ikan.


II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

    Kegiatan praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, 19 April 2011 di aliran sungai Vedca.

2.2 Alat dan Bahan

    Alat dan bahan yang digunakan pada saat kegiatan praktikum menghitung debit saluran air adalah rollmeter, pasak yang terbuat dari bahan bambu, stopwatch/handphone, tali plastik, mistar, alat tulis, bola pimpong.

2.3 Cara Kerja

  • Menentukan lokasi daerah pengukuran
  1. Memasang pasak 1 disebelah kiri saluran, kemudian tegak lurus ke arah seberang, pasak no.2.
  2. Menghubungkan antara pasak no.1 dengan pasak no.2 menggunakan tali rafia. (sebagai batas daerah pengukur I)
    1. Memasang pasak no.3 dengan no.4 dengan jarak 25 meter ke arah hilir pada pasak no.1 dan no.2.
    2. Menghubungkan antara pasak no.3 dan pasak no.4 dengan tali rafia (sebagai batas daerah pengukur II)
    3. Jarak I dan II = (D) dalam satuan meter

  • Menentukan kecepatan aliran air (V)
  1. Memastikan semua peralatan dengan kondisi baik dan siap digunakan.
  2. Memulai dengan menghanyutkan bola pimpong dengan jarak 5 meter dari batas pengukuran I ke arah hulu saluran.
  3. Menghidupkan stopwatch, saat bola pimpong tepat berada di bawah tali batas daerah penampang I.
  4. Mematikan stopwatch sesaat bola pimpong telah mencapai tepat di bawah tali batas daerah penampung II.
  5. Mencatat waktu untuk menempuh jarak dari daerah penampang I ke daerah penampang II (t).
  6. Menghitung kecepatan aliran air dengan menggunakan rumus

    , dimana :

    V = kecepatan aliran air sungai (m/detik)

    D = jarak antara daerah penampang I dengan II (meter)

    t = waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak (detik)

  • Menentukan luas penampang basah saluran (A)
  1. Menentukan lebar saluran (I) pada daerah penampang.
  2. Mengukur kedalaman air (d1) pada daerah penampang I kemudian diulangi ; hingga lima tempat (d2, d3, d4, d5).


  1. Menentukan rata-rata dalam air (d) pada daerah penampang I

    d=

    menghitung luas penampang basah dengan menggunakan rumus :

    A = I x d m , dimana

        A= luas penampang basah (m2)

        I= lebar saluran (meter)

        d= kedalaman air rata-rata (meter)

    Q= V x A

        Q = debit air yang mengalir (m3/detik)

        V= kecepatan aliran air (m/detik)

        A= Luas penampang basah (m2)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilakukan dalam menghitung debit saluran air di sungai maka diperoleh hasil sebagai berikut.

LI sebagai lebar saluran 1 : 1.5 m

LII sebagai lebar saluran 2 : 1.5 m

D = 25 m

t = 43 detik

Menghitung kecepatan aliran air (V):

V = 0.58 m/detik

LI à     d1 = 0.45 m                LII à    d1 = 0.36 m

    d2 = 0.44 m                     d2 = 0.37 m

    d3 = 0.55 m                    d3 = 0.35 m

    d4 = 0.38 m                    d4 = 0.34 m

    d5 = 0.32 m                    d5 = 0.3 m

LI =

= 0.43 m


LII = = 0.34 m

A = L x d

AI = luas penampang basah 1

AII = luas penampang basah 2

AI = 1.5 m X 0.43 m = 0.645 m

AII = 1.5 m X 0.34 m = 0.51 m
= 0.57 m2

Q = V x A

Q = 0.58 m/dtk X 0.57 m2

Q = 0.33 m3/detik

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dan sesuai perhitungan dengan menggunakan rumus maka diperoleh hasil perhitungan debit saluran air pada aliran sungai di belakang area kolam pembesaran ikan pada hari selasa, 19 April 201 adalah 0.33 m3/detik.

IV. KESIMPULAN

    Berdasarkan kegiatan praktikum menghitung debit air dengan metode pelampung maka dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan debit saluran air pada aliran sungai di belakang area kolam pembesaran ikan pada hari selasa, 19 April 201 adalah 0.33 m3/detik. Perhitungan debit air sangat diperoleh oleh banyak faktor salah satunya adalah angin.

DAFTAR PUSTAKA

Harsoyo, Bangun. 1977. Pengelolaan Air Irigasi. Dinas Pertanian Jawa Timur.

Kartasapoetra, Ir. A.G. dan Sutedjo Mulyani. 1986. Teknologi Pengairan Perikanan. Penerbit Bina Aksara. Jakarta.

Sosrodarsono, Ir. Suyono, Cs. 1985. Hidrologi Untuk Pengairan. Penerbit Pradnya
Paramita. Jakarta.


About ririssinaga

aku anak pertama dari 3 bersaudara perempuan sendiri loh...^_^ aku dari keluarga yg sederhana .. aku sedang mendalami jurusan bidang budidaya perikanan... aku seseorang yang rame, ceriwizzz, bawel, friendly...

2 responses »

  1. ryan_saragih mengatakan:

    makasi y iban atas blog laporan ini…

    aq jdi selesai!!

    titip salam iban.

    by : Ryan_saragih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s