Hay teman2ku ..

Ini sekedar berbagi saja mengenai hasil laporan praktikum aku ketika kuliah di unila..

 

PARASIT DAN PARASITISME

(Laporan Praktikum Avertebrata Air)

 

Oleh

Riris Yuli Valentine

0814111067

 

 

 

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2010

*) Jelaskan Perbedaan Platyhelminthes dan Nematoda:

* Platyhelminthes :

l. Filum Platyhelminthes adalah sebuah takson dari kelompok cacing yang betubuh pipih, tidak berongga, triploblastik, dan bersimentri bilateral. Filum ini terdiri atas 3 kelas, ialah Turbellaria, Cestoda, dan Trematoda. Sekitar 80% dari spesies cacing Platyhelminthes bersifat parasitik.

2. Cacing Platyhelminthes tidak memiliki saluran pencernaan yang sempurna dan tidak memiliki organ respirasi maupun sistem sirkulasi.

3. Platyhelminthes.memiliki sistem saraf yang sederhana berupa jaringan saraf yang tersebar.

4. Organ ekskreasi Platyhelminthes berupa ginjal primitif (protonefridia) yang disebut sel api atau sel obor. Organ ini berfungsi menjaga keseimbangan ion dan air, serta membuang sisa-sisa hasil metabolisme.

5. Reproduksi cacing Platyhelminthes bersifat hermafrodit simultan.

6. Daur hidup cacing Platyhelminthes umumnya melalui stadium larva. Larva Muller adalah larva cicing pipih yang hidup bebas di laut, sedangkan mirasidium dan serkaria adalah larva-larva cacing pipih yang hidupnya parasitik.

*Nematoda :

Kelas nematoda terdiri dari bebrapa spesies tidak hanya bersifat parasitik terhadap manusia, namun juga terhadap binatang, tumbuhan baik yang diusahakan maupun liar. Nematoda merupakan organisme yang mempunyai struktur sederhana. Nematoda dewasa tersusun oleh ribuan sel-sel somatik, ratusan sel diantaranya membentuk sistem reproduksi.  Tubuh nematoda berupa tabung yang disebut sebagai pseudocoelomate.

Kutikula merupakan bagian dinding tubuh bagian luar yang berfungsi sebagai pelindung bagian di bawahnya.

Ciri morfologi nematoda:

  1. Tubuhnya tidak bersegmen.
  2. Bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina.
  3. Simetris bilateral.
  4. Merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (triploblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula (lapisan ini terbentuk dan berkembang di dalam telur).
  5. Mempunyai rongga tubuh semu.
  6. Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna).
  7. Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi)  sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi.  Tidak memiliki sistem peredaran darah.
  8. Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet.

*) Mengapa Turbelarria memiliki kemampuan preadaptasi :

Karena turbellaria memiliki ukuran tubuh bersilia dengan ukuran 15 – 18 mm.Silia digunakan untuk bergerak.Pergerakan juga dapat menggunakan otot dengan gerakan seperti gelombang.Pada kalas ini akan dibahas mengenai ciri salah satu contoh turbellaria, yaitu Dugesia. Bagian anterior tubuh Dugesia berbentuk segitiga dan memiliki sistem indera berupa sepasang bintik mata serta celah yang disebut aurikel.Bintik mata untuk membedakan keadaan gelap dan terang, sedangkan aurikel berfungsi sebagai indera pembau saat Dugesia mencari makanannya. Permukaan tubuh bagian ventral. Dugesia memiliki silia yang berfungsi untuk pergerakan.Pada bagian tengah tubuhnya terdapat mulut.Melalui mulut, faring dapat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa yang selanjutnya dicerna di dalam usus

 

*) Apalagi yang harus dilakukan hewan parasit untuk bertahan hidup :

1. Lalat adalah jenis serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha ordo Diptera. Secara morfologi lalat dibedakan dari nyamuk (subordo Nematocera) berdasarkan ukuran antenanya; lalat berantena pendek, sedangkan nyamuk berantena panjang.

Lalat sangat mengandalkan penglihatan untuk bertahan hidup. Mata majemuk lalat terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Beberapa jenis lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Beberapa jenis lalat lain, misalnya Ormia ochracea, memiliki organ pendengaran yang sangat canggih.

2. Parasit tokso, mampu bertahan hidup dengan menempel pada berbagai organ dan jaringan makhluk hidup. Ia hidup nyaman dan berkembang biak dalam sel darah putih, jaringan parenkim dan sel endotel. Saat manusia menyantap daging hewan terinfeksi toksoplasma dalam keadaan setengah matang, parasit yang bertahan dalam bentuk kista ini bakal ikut tertelan dan berkembang biak.

Selain hidup menempel pada jaringan-jaringan tubuh, toksoplasma juga berkembang biak secara sempurna dalam saluran cerna binatang. Telur (oosit) toksoplasma lantas ikut terbuang melalui kotoran. “Oosit yang hidup di kotoran dan tanah yang lembab mampu bertahan hidup hingga satu tahun”. (http://www.solopos.com/2010/channel/nasional/mengenal-lebih-jauh-tentang-toksoplasma-11378)

Kemudahan yang diperoleh bagi hewan parasit yaitu dapat menumpang pada inang dengan cara memanfaatkan inang tersebut dengan mengambil sari-sari makanannya dan dapat menimbulkan penyakit nantinya bagi inang yang ditumpangi tersebut.

*) Siklus hidup kelompok hewan platyhelminthes :

Daur hidup cacing hati (Fasciola hepatica)

keterangan:

  1. Reproduksi seksual Fasciola hepatica menghasilkan telur pada hati dan kemudian berpindah ke aliran darah ke empedu dan usus, kemudian keluar bersama tinja.
  2. Telur menetas dan tumbuh menjadi mirasidium bersilia di tempat basah.
  3. Mirasidium menginfeksi inang perantara yaitu Lymnaea atau siput air.
  4. Mirasidium berubah menjadi sporokis di dalam tubuh inang perantara (siput air).
  5. Sporokis berkembang secara aseksual menjadi redia.
  6. Redia bermetamorfosis menjadi serkaria. Serkaria ini keluar dari tubuh siput dan menempel paa turmbuhan atau rumput air.
  7. Serkaria membentuk cacing muda atau metaserkaria.
  8. Metaserkaria termakan oleh hewan dan kemudian menjadi cacing dewasa di dalam organ hati.

*) Setuju apabila hewan parasit memiliki struktur tubuh lebih sederhana daripada hewan yang hidup bebas karena susunan saraf tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion depan atau saraf melingkar dan 1-3 berkas saraf memanjang. Pada heawan parasit kebanyakan memiliki sifat hermaprodit. Sebagian besar hewan bersifat multiselullar dan tersebar luas. Adapula hewan yang bersifat parasitic dan nonparasitik.

About ririssinaga

aku anak pertama dari 3 bersaudara perempuan sendiri loh...^_^ aku dari keluarga yg sederhana .. aku sedang mendalami jurusan bidang budidaya perikanan... aku seseorang yang rame, ceriwizzz, bawel, friendly...

7 responses »

  1. seorasora mengatakan:

    thanks sist sangat membantu! ^^

  2. silvi de purple mengatakan:

    knpa ya nematoda ga pnya sstem sirkulasi?
    mhon bantuannya segera
    tq

  3. mb ririss……………….🙂
    liat laporan ini jadi inget pas praktikum aver duluuu😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s