Mata Kuliah: Pengendalian Hama Penyakit Ikan

Dosen    : Roffi Grandiosa dan Rosidah

Tugas Makalah

PARASIT HIRUDINAE (Lintah)

Oleh

Riris Yuli Valentine


UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

PROGRAM STUDI PERIKANAN

JOINT PROGRAM PPPPTK-SEAMOLEC

2011

 

 

PARASIT HIRUDINAE

 

MORFOLOGI

Terdapat sekitar 500 spesies. Panjang antara 1-5 cm, kecuali Hirudo medicinalis sampai 20 cm, warna hitam, coklat, hijau tua dan umumnya merah. Adakalanya berhiaskan garis-garis atau bintik-bintik. Tubuh pipih dorso-ventral. Ruas-ruas pada ujungnya mengalami modifikasi menjadi alat penghisap. Penghisap anterior lebih kecil daripada penghisap posterior.

Jumlah ruas selalu tetap 33 buah, tetapi ada lekukan sekunder (annuli) yang mengacaukan penglihatan. Jumlah annuli masing-masing ruas berbeda untuk species yang berlainan, oleh sebab itu digunakan sebagai pengenal dalam identifikasi species Tubuh lintah dapat dibagi menjadi 5 bagian:

  1. Sebuah prostomium kecil dengan 4 ruas berikutnya membentuk kepala
  2. Precitellum terdiri dari 4 buah ruas dan clitellum 3 ruas.Pada bagian midventral terdapat sebuah gonopore jantan dan sebuah gonopore betina.
  3. Clitellum biasanya tidak jelas kecuali pada masa reproduktif
  4. Badan yang terdiri dari 12-26 ruas, dan merupakan bagian tubuh yang paling besar
  5. 6 buah ruas yang terakhir bersatu dan bermodifikasi menjadi alat penghisap posterior

Lintah berbeda dengan Annelida lainnya karena coelom tidak jelas. Pada kebanyakan lintah sekat-sekat dan rongga tubuh terdesak oleh jaringan penghubung yang disebut botryoidal. Rongga tubuh yang terdesak ini membentuk saluran yang merupakan interconnective coelomic sinuses. Pada Rhynchobdellida coelomic sinus berfungsi sebagai pembuluh darah, seperti pada Oligochaeta. Tetapi pada ordo lainnya susunan pembuluh darah asli (ancestral) telah menghilang dan coelomic sinus serta coelomic fluid mengalami modifikasi menjadi pembuluh darah sejati.

Biasanya darah tidak berwarna karena tidak mempunyai pigmen pernafasan. Mulut lintah dilengkapi dengan probosis atau pharynx

 

PENCERNAAN MAKANAN

Kalau makan probosis dijulurkan keluar dari mulut. Pharynx pada lintah sebagai alat penghisap yang berotot dan pada beberapa jenis dilengkapi rahang bergigi (toothed jaw). Pada waktu makan, penghisap anterior ditempatkan pada permukaan tubuh mangsa dan tepi rahang menyayat kulit mangsa. Di belakang gigi terdapat pharynx untuk memompa Kelenjar ludah mengeluarkan antikoagulasi yang disebut hirudin, darimana perkataan hirudinae berasal. Saluran pencernaan selanjutnya untuk seluruh kelas dapat dikatakan sama, yaitu esophagus yang pendek, perut yang panjang 1 pasang atau lebih cecum. Usus berhubungan dengan rectum yang pendek dan keluar melalui anus yang terletak di muka alat penghisap posterior

MAKANAN

Kebanyakan lintah adalah carnivora. Memakan cacing, siput, larva serangga hewanhewan

avertebrata lain. Selain jenis predator ada juga yang scavenger. Jenis penghisap darah menyerang berbagai mangsa, baik avertebrata maupun vertebrata. Jenis ini tahan berpuasa bahkan ada yang hidup sampai 1,5 tahun tanpa makan

EKSKRESI

Sebagai alat excresi aDalah 10-17 pasang nephridia, satu pasang tiap ruas. Zat pembuangan utama ialah ammonia. Susunan syaraf pada lintah lebih baik dari pada annelida lainnya. Pada ruas ke-5 dan ke-6 lingkaran syaraf ganglion yang besar mengelilingi pharynx atau probosis, ini merupakan otak. Epidermis lintah mengandung bermacam-macam sel indera, yang terakhir pada rambut halus dan photoreceptor. Di samping itu terdapat mata dan sensory papila. Letak mata pada ruas anterodorsal dan berjumlah 2-10 buah

REPRODUKSI

Semua lintah hermaprodite. Telur dikeluarkan dua hari atau beberapa bulan setelah kopulasi. Pada saat demikian clitellium tampak jelas dan menghasilkan kepompong Oligochaeta. Kepompong berisi satu sampai beberapa telur tergantung jenisnya. Ada jenis yang melahirkan adapula yang mengerami telurnya. Lintah air kebanyakan terdapat di air tawar, beberapa di laut. Biasanya di air yang tenang dan dangkal, hanya sedikit yang terdapat di air deras. Siang hari bersembunyi di bawah batu, sampah atau tanaman air, malam hari mencari makan. Beberapa species berestivasi pada musim kering dengan jalan masuk ke lumpur dasar sungai atau kolam. Pada umumnya jenis parasit menempel pada inang hanya waktu makan. Jenis lain selamanya menempel pada inang dan hanya meninggalkan inang pada waktu memijah. Adapula jenis yang melekatkan telurnya pada inang. Lintah terdapat di seluruh dunia kecuali padang pasir dan kepulauan Pasifik

HABITAT

  • Habitat di air tawar tenang, dangkal dan banyak tumbuhan air, pada tepi kolam, danau, sungai dengan aliran lambat. Hanya beberapa jenis yang dapat hidup di air aliran deras
  • Beberapa jenis ditemukan di perairan tercemar
  • Kebanyakan siang hari bersembunyi di bawah batu, sampah atau tumbuhan air, pada malam hari berkeliaran mencari makan
  • Ada jenis lintah yang menempel pada inang dan hanya meninggalkan inang pada saat memijah

NILAI EKONOMIS DAN KERUGIAN

  • Hirudo medicinalis digunakan untuk pengobatan tradisional untuk menyembuhkan bengkak, memar dan bengkak pada sakit gigi
  • Jenis-jenis Hirudo, Macrobdella dan Philobdella terdapat di rawa dan sawah dapat menyerang manusia dan kerbau
  • Infeksi Piscicolidae di kolam ikan menimbulkan mortalitas yang cukup tinggi pada anak ikan.
  • Parasit Hirudinae
    Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia atau ikan akan akan kekurangan darah.

PENGENDALIAN

Penyebab    : Lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.

Gejala    :Pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia atau akan kekurangan darah.

Pengendalian    : Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm. Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol factor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :

  • Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
  • Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
  • Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
  • Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.
  • Pakan dicampur viterna yang sudah diberikan amne 1 kapsul per botolnya.

KLASIFIKASI

Kelas Hirudinae

Ordo Acanthobdellida – primitif, mempunyai sekat dan coelomic compartment, mempunyai probosis

Ordo Rhynchobdellida – akuatik, mempunyai probosis, susunan peredaran darah terlepas dari

coelomic sinus

Famili Piscicolidae – lintah pada permukaan tubuh dan sirip ikan

Genus Piscicola

Ordo Gnarhobdellida – air dan darat, mempunyai pharynx dengan rahang

Famili Hirudinae – Genus Hirudo – H. Medicinalis Genus Macrobdella

Ordo Pharyngobdellida – mempunyai pharynx, tidak bergigi, tetapi adakalanya terdapat 1-2 stylet, di air tawar dan darat

Famili Erpobdellidae – Genus Dina – Spesies D. microstoma

 

Gambar-gambar Spesies dari kelas Hirudinae


 

About ririssinaga

aku anak pertama dari 3 bersaudara perempuan sendiri loh...^_^ aku dari keluarga yg sederhana .. aku sedang mendalami jurusan bidang budidaya perikanan... aku seseorang yang rame, ceriwizzz, bawel, friendly...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s